Selasa, 14 Juni 2011

Lee Soo Man Bicara Tentang Kontrak Budak!




Korean Wave meluas ke dalam Eropa. Agensi manajemen hiburan terbesar Korea SM Entertainment sedang membuat pergerakan pertama dengan ”SM Town Live” di sebuah tempat konser yang berkapasitas 6,700 Le Zenith de Paris pada 10 dan 11 Juni.

Luar biasanya konser ini dibuktikan dengan tiket2 di konser pertama yang telah habis terjual secara online dalam waktu 10 menit. SM Entertainment sebenarnya berencana hanya untuk menggelar 1 konser tapi pada 1 Mei ratusan fans K-pop berdemonstrasi di Louvre dan menuntut konser kedua.

Pendiri SM CEO Lee Soo Man adalah orang yang memimpin langkah berani mengatakan melalui Chosun Ilbo dari Amerika, “Di satu titik saya khawatir kalau kami mungkin membuat investasi yang sembrono dalam sesuatu yang bisa terjadi dalam dimasa depan yang jauh,” ”tapi rencana mengglobalisasikan budaya pop kami secara diam2 sdang dipersiapkan untuk lebih banyak decade yang mulai berbuah (hasil).”

SM Town Live in Paris menampilkan 5 band popular Korea – TVXQ, Girls’ Generation, Super Junior, SHINee, and f(x).

Lee Mengatakan, “Kami sedang membangun hubungan dan content dengan komposer2 dalam berbagai negara2 untuk waktu yang lama untuk mengglobalisasikan K-Pop.”

“rangkaian dari konser2 ini adlah hasil dari usaha2 jangka panjang itu. SM memiliki lebih dari 300 komposer2 dan produser2 di Amerika dan Eropa, jadi kami mampu memproduksi music yang bisa menarik banyak orang di seluruh dunia, saya PD kalau kami bisa menangkap remaja2 di Perancis, Amerika, Inggris dan Jerman dengan music kami. “

Ditanya mengenai kritikan kalau gaya menajemen hiburan Korea elies on “kontrak2 budak” yang mengikat penyanyi2 dan aktor2 ke dalam agensi2 mereka selama 10 tahun dan bahkan lebih, Lee Mengatakan, ”Kritikan2 ini berasal dari orang yang tidak menyadari sistem ini yang merupakan daya penggerak ari globalisasi Korean Wave. Kami memilih anak2 muda yang bertalenta dengan banyak potensi di usia dini, dan memelihara mereka kedalam tingginya kompetitif entertainer melalui pelatihan ketat.”

tapi dia mengklaim agensi2 itu, “Juga berkomit untuk memberikan mereka pendidikan yang normal. Ada sebuah batas untuk sistem agensi Amerika dan Eropa yang hanya membuat investasi pada bintang2 yang terlah terbukti. Tapi di Korea, kami memiliki sebuah sistem yang secara terus menerus menemukan bintang2 baru. Tidak ada tempat untuk yang mencari durian runtuh atau jackpot dengan satu investasi dalam industry entertainment Korea. Kami telah memproduksi bintang2 melalui rencana jangka panjang dan investasi. “

Faktanya, dia mengatakan Amerika dan Eropa “sedang mencoba belajar dari sistem kami akhir2 ini. “

Source: [english chosun]
Shared by: tohosomnia.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar